Tag Archives: work

Stres dan berbagai pengaruhnya

Standard

Stres adalah masalah yang lazim, dan kerap dialami oleh manusia. Terutama manusia yang tinggal di kota besar dan bekerja di sebuah tempat yang pace kerjanya cepat. Seperti kantor tempat saya bekerja. :)

Minggu kemarin saya hampir tidak sempat menuliskan apapun di sini. Sebagian alasannya karena sedang tidak terinspirasi untuk menulis apa pun. Sebagian lagi karena sedikit stres. Tidak hanya saya, Hanny, Kapkap dan James pun juga stres. Memang minggu lalu sangat melelahkan dan menuntut. *nuff said*

Anyways, selama seminggu plus 2 hari berada di bawah tekanan kestresan, ada beberapa hal yang muncul sebagai pengaruh dari stres tersebut. Ini adalah list-nya:

  1. Semakin cepat lapar dan terdistraksi rasa lapar Read the rest of this entry

careful vs. left-behind

Standard

Walah.

Adalah respon saya di hari pertama bekerja sebagai new media associate. Saya selalu berpikir bahwa di dalam tangga innovation adopters posisi saya berada di antara early dan late adopter – lebih kepada early daripada late. Tapi beberapa menit berada di ruangan kecil new media membuat saya berpikir bahwa I am a laggard – karena baru membuka account di Twitter, Plurk, WordPress, dan lain-lain 4 hari yang lalu.

Tentang social media mempunyai kekuatan dan peranan yang besar dalam dunia kita saat ini sudah bukan hal yang baru bagi saya – saya berkali-kali membaca dan menganalisis hal itu. Tapi ternyata mengetahui dan membaca berada jauh sekali dari menggunakan; menggunakan masih jauh sekali dari memanfaatkan; dan memanfaatkan masih jauh sekali dari membuatnya bermanfaat bagi orang lain.

Selama ini saya pikir saya selektif dan tidak mau membiarkan diri saya terlibas oleh dampak negatif dan adiktif dari berbagai new social media. Tetapi hal itu  ternyata mempunyai imbas negatif juga bagi saya saat ini. Kalau Manuel Castells mengatakan bahwa it’s a network society, and it’s either we get connected or disconnected – then I guess I am disconnected now. And I am planning to get connected.

Sekarang saya harus berlari mengejar ketinggalan itu. Sambil sesekali twitting menanyakan arah supaya tidak nyasar.