Ya! Itu adalah apa yang terlintas di benak saya pada hari Sabtu lalu, 24 Oktober, ketika jarum pendek jam tangan saya berhenti di angka 6, dan matahari mulai tidak terlihat lagi di ibukota Indonesia ini. Haaaaahhhh…. lega rasanya… Lega di hati, di otak, dan di sekujur tubuh yang tidak berhenti bergerak, berjalan, berlari sejak pukul 7.30 pagi. Jika harus menyimpulkan hari itu, rasanya haaaaahhhh…. terus. Mari kita lihat.
Jam 7.30 – Haaaaahhhh….!!!! Terkejut dan tegang rasanya. Melihat ada puluhan orang yang sudah sampai di SMESCO ketika saya, Hanny, dan Nia sampai di meluncur masuk SMESCO. Gileeee, pikir saya dalam hati. Dan, to my greatest relief and anxiety, the Mavericks were already there. Sudah sibuk memasang signage meja registrasi dan men-setup berbagai keperluan registrasi di 8 buah meja registrasi. You guys were great!! Cheerio!!
Jam 7.36 – Haaaaaahhhh…. Sedikit stress karena banyak yang harus di-urus, dipastikan, diperiksa, dan dikontrol. Registrasi kelihatannya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Saya pun duduk manis di salah satu lajur, menemani mbak Yati, sambil sesekali melihat meja lain dan memastikan semua baik-baik saja.
Jam 09.15 – Haaaahhhhh…. Lapar. Perut mulai keruyukan. Tapi tidak bisa makan karena benak saya menolak ide untuk makan ketika saya sedang bekerja keras seperti ini. Pertanyaan, “Pak Menteri jadi dateng nggak?” mulai terdengar, dan saya pun mencari tahu apakah beliau jadi datang atau tidak. Keterangan terakhir, ya, beliau akan datang.
Jam 09.40 – Haaaahhh!!!! Pak Menteri sudah datang!! Mobil RI-xx *lupa nomornya* meluncur memasuki pelataran SMESCO. Berlari memberi tahu Unspun, dan Unspun took care of the rest. Haaaahhh!!! lucu bangeet!! Baru melihat ada mas Wahyu yang berseragam robot putih, alias Storm Trooper dan mas Rama yang menjadi Jedi Knight – lengkap dengan lightsaber-nya.