Tag Archives: makan biskuit

ASI: Cukup apa nggak??

Standard

Walaupun badannya kecil, tapi untuk ngasih makan Triya ternyata penuh lika-liku. Saya yakin semua ibu pasti pernah mengalami ini, dan mungkin baca tulisan ini sambil senyam-senyum sendiri sambil mengkaitkan dengan pengalamannya sendiri.. :) Apa saja sih lika-likunya? Dan kenapa juga saya memutuskan untuk sharing di sini?

Pertanyaan klise: ASI – Cukup atau nggak?

Dua puluhan tahun yang lalu, jaman ketika saya baru dilahirkan, dan mungkin sebagian besar teman-teman yang membaca ini baru dilahirkan, “dunia ibu-ibu” nggak seperti sekarang. Arus yang kencang pada saat itu adalah susu formula – ada yang sejak lahir, ada yang beberapa bulan setelah lahir. Saat itu, bayi mulai dikasih makan pisang di umur 4 bulan – itulah norma yang umum berlaku. ASI memang diberikan, tapi – meminjam kata kakak ipar saya – dikasihnya yaa selow-selow aja, alias nggak ngoyo seperti kebanyakan ibu-ibu generasi Y seperti saya sekarang ini.

Sekarang, tren-nya adalah ASI eksklusif selama 6 bulan pertama – seperti rekomendasi WHO. Ini hal yang sangat baru dan terdengar cukup aneh – terutama untuk ibu saya yang terakhir kali update soal ASI-nya tahun 1987. Emangnya ASI aja cukup, Nut? Pertanyaan ini bisa terlontar seminggu 4 kali… Dan, jujur aja, sangat bikin ngeper karena Triya memang badannya nggak super besar…

Tentang ASI eksklusif ini memang penuh dengan diskusi, dan diskusinya dipenuhi dengan kegalauan. Ada ibu-ibu yang (alhamdulillah banget) bisa ngasih ASI eksklusif selama 6 bulan pertama – yang anaknya dibilang lulus dan mendapatkan ijasah S1 ASI; ada yang berhasil ngasih ASI sampai 1 tahun pertama – S2 ASI; dan ada juga yang berhasil sampai 2 tahun penuh – S3 ASI. Keren yaa?? Sayangnya, nggak semua ibu bisa begitu. Dan kadang, ini bukan karena pilihan mereka, tapi karena keterpaksaan mereka.

Anyways, kembali lagi ke Triya, mulai bulan ketiga, ibu saya mulai khawatir tentang cukup/tidaknya ASI saya karena menurutnya Triya semakin rewel. Tidurnya juga pendek-pendek. Dan menurut mamah, penjelasannya adalah: ASI saya nggak cukup. Cukup mah, insyaallah cukup… ASI kan ngikutin kebutuhan bayi, jadi insyaallah cukup…. - I find myself saying that all the time. Baik ke mamah, ataupun ke diri saya sendiri. Pasti cukup. Insyaallah cukup. Dan mamah masih keukeuh sama pendiriannya, saya pada pendirian saya. Adu mulut? Sering banget. Berantem? Yah, beberapa kali lah…

Read the rest of this entry