Tag Archives: Gili Trawangan

Sepotong kisah dari sepotong surga di Nusantara – 2

Standard

Melanjutkan postingan sebelumnya, sekarang saya akan berbagi mengenai makanan dan akomodasi di gili Trawangan.

Berbicara mengenai makanan, Gili Trawangan sama sekali bukan tempat termurah. Harga makanan di sini hampir sama dengan harga makanan di Jakarta atau Bali – terutama di restoran dan hotel. Mungkin mahal karena letaknya yang jauh dari pulau utama, dan semua bahan makanan (kecuali seafood) harus dibawa dari pulau Lombok.

Harga makanan di restoran berkisar antara IDR 75k-100k per orang, untuk makanan appetizer yang di-share, makanan utama, dan minum non-alkohol. Makanan di sana rasanya cukup oke, walaupun saya hanya mencoba makan di 2 restoran, di restoran Blue Beach House dan The Beach House.

Salah satu yang paling berkesan adalah makan di The Beach House, kami bertiga dan makan makanan pembuka (1 porsi), makanan utama (3 porsi), serta makanan penutup (1 porsi) dan minum (2 botol besar Bintang dan soda) totalnya adalah IDR 750k. Untung rasanya enaaaaaakk sekali!!

Read the rest of this entry

Sepotong kisah dari sepotong surga di Nusantara – 1

Standard

Semalam saya sampai di rumah jam setengah 1 pagi. Dengan badan merah terbakar dan sedikit pegal-pegal, pikiran yang sedikit lelah, serta hati dan rasa yang puas. Selama 3 hari sebelumnya, saya menghabiskan liburan pendek saya di Gili Trawangan – sebuah pulau kecil di pinggir barat pulau Lombok.

Perjalanan ini tidak terlalu efisien, karena saya terbang dari Jakarta ke Denpasar, lalu tinggal semalam di Denpasar, baru kemudian terbang ke Mataram. Sebenarnya akan lebih hemat biaya dan waktu kalau saya terbang langsung dari Jakarta ke Mataram. Tapi, perjalanan itu tetap menyenangkan.

Nusa Lembongan - dari atas pesawat menuju Mataram

Saya terbang dari Denpasar ke Mataram hari Jumat siang, sekitar jam 12.30. Naik Merpati, yang mengalami keterlambatan selama 20 menit. Penerbangan hanya memakan waktu 30 menit, dan setelah mendarat kami langsung dijemput oleh hotel tempat kami menginap – Villa Ombak, di Gili Trawangan. Untuk mencapai Gili Trawangan, kami harus naik mobil sampai Teluk Kodek kemudian melanjutkan dengan kapal motor kecil.

Dari bandara Selaparang sampai Teluk Kodek memakan waktu 45 menit naik mobil, dan perjalanannya sangat mengesankan. Melewati perbukitan dan pegunungan yang masih asri, beberapa petak lahan persawahan, dan perumahan penduduk. Perjalanan ini mengingatkan saya akan perjalanan di daerah Tegalalang di Bali, tapi lebih “alami”. Perjalanan dari Teluk Kodek sampai pelabuhan Bangsal di Gili Trawangan hanya 10 menit. Jika naik kapan ferry umum, biayanya hanya sekitar 30rb per orang sekali jalan.

Teluk Kodek, dan kapal ferry berwarna kuning yang membawa kami

Begitu menepi di Gili Trawangan, kami tahu mengapa bagi beberapa orang tempat ini seperti surga. Matahari bersinar dengan terik, hamparan pasir putih, dan lautan yang membentang sebiru batu pirus. So is this what a glimpse of heaven looks like?

Read the rest of this entry