Category Archives: gastronomy

Max Brenner – The Chocolate Bar

Standard

The first time I heard the name was when I googled for “best dessert place in Singapore”, and came across a blog that reviewed this place. She said that it’s one of the best places in Singapore that serves (almost) all-chocolate menu! I decided back then that I should definitely go eat there one day.

The day came sooner than I thought! And so Ei & I went there to meet up with a bunch of Ei’s friends who live in Singapore. They said the chocolate pizza is to die for, so we ordered that, along with some beautiful drinks as well. Below are my reviews and some pictures:

Chocolate Pizza with Peanut Butter | a perfect blend of sweet chocolate & creamy peanut butter! Can be too creamy for those who don’t enjoy peanut butter that much.. The crust is thin and slightly sweet, a beautiful combination..

Chocolate Pizza | the original one, with marshmallows on top. Great for those who savors sweet delights, but can be too sweet… It’s sticky, it’s sweet, it’s finger-lickin’ good!

Chai Latte | too spicy for my taste… :(

Golden Latte (if I remember correctly) | a refreshing and fruity ice-blends! Perfect companion for the Chocolate Pizza with Peanut Butter!

Max Brenner’s location in Singapore is in Vivocity and in Esplanade. 

For more info, check out their website MaxBrenner.com.

DIY Food | Tomato Soup & Garlic Bread

Standard

Saya suka iri dan terinspirasi sama orang-orang yang punya target tertentu dan memenuhinya. Misalnya, #365fashionshuffle-nya @chibialfa, #28hari-nya Hanny & Ndoro, dan yang paling baru yang saya tahu, #30hari30buku30lagu-nya @lalitia. Emang ya, inspirasi datangnya dari mana-mana. Tapi paling sering sih, inspirasi datang dari dalam hati. Atau, in my case, dari dalam perut.

Nah, karena itu, maka dengan ini saya persembahkan, proyek kecil DIY food saya!! Beberapa waktu yang lalu saya pernah posting tentang pizza & lemon muffin, sekarang menunya sup tomat dan roti bawang putih. Menu ini cukup jadi favoritnya Ei  karena nggak terlalu “berat” di perut, tapi full of flavor. Enjoy!

Sup Tomat (untuk 2 orang)

Bahan-bahan:

  • 3-4 buah tomat yang sudah matang
  • 1/2 – 1 buah bawang bombay
  • 1 pak kecil tomato paste kaleng (merek Ayam Brand yang punya kaleng kecil, yang lainnya besar)
  • 2 sdm mentega
  • 3-4 sdm terigu
  • sekitar 300 ml susu cair
  • sekitar 500 ml kaldu ayam (lebih enak kalau kaldu ayam beneran, tapi pakai maggi blok juga bisa)
  • 1 genggam cinta (kalo katanya Ei.. (-_-”) )
  • lada, garam secukupnya
  • Paprika (opsional)

Cara masak:

  • Cincang bawang bombay dan blender tomat
  • Panaskan mentega sampai meleleh, masukkan bawang bombay dan tumis sampai harum
  • Masukkan terigu dan aduk. Campuran terigu dan mentega ini biasanya agak menggumpal, jangan takut.. :D
  • Tambahkan 100 ml susu, aduk sampai tidak ada yang menggumpal
  • Tambahkan lagi sisa susu, aduk sampai hampir mendidih
  • Masukkan tomat yang sudah diblender, tomato paste, dan kaldu ayam
  • Aduk-aduk sampai hampir mendidih, tambahkan lada, garam sesuai selera
  • Bisa juga ditambahkan bumbu lain jika suka, misalnya parsley kering, bubuk bawang putih, ketumbar, dll
  • Setelah mendidih, angkat dan hidangkan

Roti Bawang Putih (untuk 4 helai roti)

Bahan-bahan:

  • 3-4 siung bawang putih, dicincang halus atau pakai garlic presser
  • 2-3 sdm butter / mentega
  • garam sedikit
  • parsley / daun bawang dicincang halus
Cara buat:
Campur bawang putih dengan butter, tambahkan garam secukupnya, tambahkan parsley. Aduk rata, oleskan di atas roti. Panggang roti sampai kecoklatan.

Batam Kuliner | Smiling Hill Pool Club House

Standard

A long overdue post, but here it is!

On my birthday, Ei took me to one of the (quite) nicest restaurant I’ve ever been to in Batam. It’s nice because it’s very laid back and located in the most improbable place. The Smiling Hill Pool Club House is actually a restaurant in the swimming pool of a very dodgy housing complex in Bukit Senyum area of Batam. The dining area is divided into two – by the pool and on the club house that’s located 1-story above the pool and overlooking it. It’s lush, it’s relaxing, it’s well-maintained, it’s something that you’d expect to find in Bali instead of in Batam.

The menu consists of mostly western dishes – hamburgers, steak, sandwiches, and some Indonesian specialties – nasi goreng, mi goreng, sop buntut. The taste? Not bad at all. I have only tried the steak and the hamburgers and both are to-come-back for! I particularly love the hamburger because the beef patty is very juicy and tasty, it has a good layer of vegetables, caramelized onion, and a thick layer of cheese. You can have a slice of bacon with it, but if you prefer halal meat then you can replace the bacon strips with a sunny-side up egg. YUM!!

Here’s some pictures, along with my personal review. (pardon me the quality, it was taken with a phone… :D )

Read the rest of this entry

Introducing: Nena’s Pizza & Lemon Muffin with Orange Syrup!!

Standard

Oke, judulnya memang sedikit panjang… Tapi sama sekali tidak berlebihan! Karena memang demikianlah adanya…

Sebagai hasil dari kegiatan saya menjadi ibu rumah tangga, saya sudah 2 kali mencoba membuat pizza dan muffin sendiri. Yang pertama hasilnya cukup oke, tapi lupa difoto, dan masih kurang sip rasanya. Yang kedua kali, sukses!

So here they are! Resepnya ada di bagian bawah postingan ini yaa…

Pizza a la Chez Nena (3 loyang ukuran medium Pizza Hut)

Bahan untuk adonan pizza: 2,5 cup terigu (500 gr) | 1 sachet ragi instan | 1-2 sdm minyak zaitun | air secukupnya

Cara buat: campur ragi ke dalam terigu, aduk sedikit. Buat “kawah” di tengah terigu, masukkan air. Jumlah air yang diperlukan sangat tergantung dengan terigu yang dipakai. Jadi, mulai dengan sekitar 200ml air, sambil mengaduk adonan dengan tangan. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan tidak lagi lengket di tangan. Tambahkan minyak zaitun. Aduk dengan tangan sampai adonan tidak lengket, liat, dan lentur. Biarkan di dalam wadah, tutup dengan kain / cling wrap selama 15-20 menit sampai mengembang. Sambil menunggu, panaskan oven dengan api atas-bawah, suhu 180′ Celcius.

Setelah mengembang, bagi adonan menjadi 3 bagian. Untuk masing-masing bagian, giling adonan hingga tipis, masukkan ke dalam loyang. Jika tidak ada loyang, gunakan aluminium foil yang diberi sedikit minyak dan terigu di bagian yang tidak mengkilat agar adonan tidak lengket. Tambahkan topping sesuai selera, mulai dengan saus tomat di bagian paling bawah, dan keju di paling atas. Panggang ke dalam oven selama kurang lebih 7-10 menit.

Topping:

  • Saus tomat: 100ml tomato pure (1 atau 1/2 kaleng, tergantung ukuran kalengnya) | 2 siung bawang putih, haluskan. Caranya: Tumis bawang putih sampai harum, masukkan tomato puree. Masak sampai tercampur dengan baik & hangat.
  • Daging cincang: 2 ons daging cincang | 1/4 siung bawang bombay atau sesukanya, potong dadu kecil-kecil | garam | lada hitam. Caranya: tumis bawang bombay sampai harum, masukkan daging cincang. Aduk sampai matang, tambahkan garam dan lada sesuai selera. Bisa juga tambahkan oregano jika suka.
  • Keju Kraft Quick Melt
  • Bawang bombay, dipotong memanjang
  • Bisa juga dengan topping lain sesuka hatimu! Misalnya: tuna, sosis, jamur, jagung, paprika, ayam, dll!

Selamat mencoba!

ps: resep Lemon muffin with orange syrup menyusul yaa!

The Sweets Cafe – where everything is simply sweet!

Standard

If you’re a regular stroller at Jakarta’s One Pacific Place shopping mall, you most likely have passed this sweet little cafe once or twice, and wonders, wow, how could they ALL look so gorgeous and delicious?

So after more than three times wondering about that thing every single time I walk pass that little cafe, Nia, Hanny and I decided to walk into the cafe and buy 2 cupcakes and 1 cotton candy!

Below are some shots of the cute shop:

Besides the cupcakes, you have many other ready-to-buy cakes, such as green tea tiramisu, and mochi cake. It all looks super yummy and you’d want to either eat them up immediately, or keep them forever in your display case. There are great artworks too in the shop, because the owner and the maker of the cakes, Jacqueline, creates very cute and sweet cakes decoration, made of sugar and/or chocolate. A more thorough review on The Sweets Cafe can also be read here.

Cafe Sweets. Pacific Place, Level 4, Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan

ph. 081110 5566 / 021 9695 9695

Soto Pak Sholeh – Tegalrejo, Jogja

Standard

Entah kenapa, buat saya Jogja identik dengan soto. Bukan gudeg, tapi soto. Oh, dan mangut lele, tapi cerita ini nanti terpisah ya. Di benak saya, ketika saya ke Jogja, maka yang wajib dimakan adalah soto. Soto Tembong di perempatan Juminahan-Bausasran, Soto pak Ndut di depan rumah eyang, Soto Kadipiro yang punya cabang di mana-mana. Semuanya enak!

Tapi, di antara soto-soto yang bergelimpangan dan enak-enak di sekitar kota Jogja, ada satu soto yang selalu menjadi semacam Holy Grail buat saya sekeluarga, yaitu Soto Pak Sholeh. Katanya uenak tenaan!! Sejak 4 tahun yang lalu, setiap lebaran keluarga saya selalu berusaha mencari dan makan di Soto Pak Sholeh ini, tapi baru berhasil tahun ini! Yay!

Kami datang pada H+3 lebaran, dan ternyata pak Sholeh sudah buka. Ramenya minta ampun, dan ternyata parkiran dipenuhi oleh mobil-mobil dengan plat B, D, AD, selain mobil berplat AB. Rupanya memang terkenal betul pak Sholeh ini..

Soto yang ada hanya soto daging, dan tersedia juga empal untuk tambahan lauk. Sotonya segar, hangat, dan rasanya memang enak. Kuahnya bening, dengan toge dan kol yang diiris tipis – khas soto a la Jogja, buat saya. Paling sedap kalau makannya ditambah sedikit empal, dan kerupuk! Berlima kami memesan 8 porsi soto. :D *foto sotonya sendiri malah kelupaan karena terlalu semangat makan*

Alamatnya: Jalan Wirataman No. 84, Tegalrejo, Jogja

Petanya silakan dicari di google maps, tapi kurang lebih letaknya seperti di peta di bawah ini, lokasinya di pin berwarna biru. Selamat menikmati!

Tesate – Review Kuliner Singkat

Standard

Sekitar 2 minggu yang lalu saya berkesempatan untuk makan siang hedon di Tesate – sebuah restoran yang berada di bawah naungan manajemen Sate Khas Senayan, yang terletak di Plaza Senayan. Selama ini sering lewat di depannya setiap kali mau nonton di XXI Plaza Senayan, tapi tidak pernah berani mampir….

Tiba-tiba ada ajakan dari klien untuk makan siang di sana, sekaligus farewell untuk salah seorang klien juga. Untuk yang penasaran seperti apa Tesate, berikut ini reviewnya!

Ambience: Hangat dan santai, dengan lampu berwarna kuning temaram. Ada sebuah sudut di mana terdapat “dapur” kecil, tempat membuat serabi solo yang manis.

Makanan: Secara umum nilainya 4 dari 5. Enak-enak semua! Masakan sayur-sayurannya, seperti tumis bunga pepaya, juga enak sekali… Sedikit pahit, tapi sangat gurih. Sate ayamnya, seperti di Sate Khas Senayan, nikmaaat… Bumbu kacangnya manisnya pas, dan daging ayamnya sangat lembut. Menu lain yang kami pesan adalah nasi tutug oncom dan tahu kipas. Awalnya saya agak skeptis dengan makanan yang satu ini, karena saya tidak pernah makan oncom seumur hidup saya. But, hey, there’s gotta be a first time for everything, no? Dan ternyata, rasanya enak! Tahu kipasnya renyah dan gurih, dengan isi udang yang besar. Nyam!

Read the rest of this entry

Peringatan Hari Nasional Swedia!!

Standard

Jaa, grattis, du gamla, du fria!

Sekitar seminggu yang lalu, sebuah undangan mendarat di meja saya di kantor. Undangan yang sebenarnya sudah saya tunggu, tapi tetap saja senang ketika akhirnya dia benar-benar sampai! :D

Undangannya adalah untuk hadir di acara peringatan hari Nasional Swedia (Sveriges nationaldag) yang jatuh tanggal 6 Juni. Selain itu, di musim panas tahun ini warga Swedia juga akan merayakan pernikahan antara putri mahkota Victoria dan Daniel Westling! Royal Wedding ini akan berlangsung tanggal 19 Juni 2010, dan sangat istimewa karena ini adalah perkawinan pertama putri mahkota Swedia. Read the rest of this entry

Kitchenette: a mini review

Standard

If you live in Jakarta, one way or another, you may have heard of Kichenette. It’s a restaurant, yes. And it’s the latest it place in Jakarta, brought to you by Ismaya who’s famous for redefining dining and hanging out in Jakarta. Ismaya’s projects include Social House, Blowfish, Puro, Sushigroove and many others. Some say that Ismaya’s projects are usually a one-hit wonder – which may be true.  And, today, Kichenette’s the new wonder – so I thought I should give it a try.

While I was queuing with my Teph, I bumped into an old friend who was just on his way out, and the above sentence was what he told me. I was instantly discouraged, but the pretty place is right in front of me, and I thought – what the h*ck… :) So, in we went, after a solid 20 minutes standing and waiting.

After we sat and we started ordering food. The menu is supercute!! It’s only one carton page – 2-sided, one for the appetizer and main course, and another for the beverage & crepes (both salty & sweet crepes). What we ordered were two things, both you can see below. :)

The taste was quite okay, but we think both were too greasy and just too “full”. The portion was big enough for 2 ‘small’ girls like us, so we ended up very full after we finished 3/4 of our meal…

For dessert, we ordered crepes, which we agreed that it tasted good! The crepe was perfectly thin but also chewy, it’s sweet enough to enhance the taste of the filling & the sauce but not too sweet that it would disturb the whole taste. It was definitely the best meal we had there!

What about you? Have you been there? What do you think is the best food there?