Kenapa judul postingan ini pakai huruf besar semua awalnya? Karena ini benar-benar, THE ULTIMATE TRIP! *lebay* Walaupun sayangnya trip ini terlalu pendek, dan saya menyalahkan Hanny untuk ini.
Jadi, begini ceritanya. Hari Minggu kemarin, Hanny datang ke Batam untuk berlibur sejenak. Tujuan utamanya sebenarnya bukan Batam, melainkan pulau Sugi, sebuah pulau kecil di sebelah tenggara pulau Batam. Di pulau Sugi ini terdapat sebuah resort sederhana bernama Telunas Beach Resort. Menurut Ei yang sudah pernah ke sana, Telunas ini luar biasa cantik, tenang, dan menyenangkan. Demi membujuk Hanny untuk mau main ke Batam, saya lalu mempromosikan Telunas! Dan Hanny ternyata langsung jatuh hati begitu melihat websitenya.
Perjalanan ke Telunas makan waktu kurang lebih 60-90 menit dengan menggunakan kapal dari pelabuhan feri Sekupang. Waktu berangkat, rute kami langsung dari Sekupang ke Telunas; tapi ketika pulang, dari Telunas kami mampir dulu ke Moro, kemudian baru ke Sekupang. Perjalanan laut ini singkat tapi menyenangkan – lautnya cukup tenang dan pemandangannya cantik, melewati pulau-pulau di gugus Kepri.
Telunas Beach Resort terletak di tepi pantai di sebelah tenggara pulau Sugi, dengan 90% bagiannya berada di atas air! Jadi kita tidur di atas permukaan air laut, hehe. Seru yah! Ketika air sedang surut, jarak antara dasar bangunan dengan permukaan air sekitar 4m, sementara ketika sedang pasang hanya sekitar 1,5-2m.
Di Telunas, hampir seluruh bangunannya menggunakan kayu dan bahan alami dari daerah setempat. Mulai dari pondasinya, sampai ke atapnya, dan interiornya. Semuanya eco-friendly! Di sini juga diberlakukan sistem pemisahan sampah, yang kemudian dikirim ke Batam untuk didaur ulang. Listrik tidak berasal dari PLN, karena listrik belum sampai ke pulau Sugi. Jadi, semua peralatan elektronik dioperasikan menggunakan generator diesel. Saat ini pengelola Telunas sedang mencari alternatif energi lain yang bisa digunakan untuk menggantikan generator diesel-nya. Ada yang punya rekomendasi?
Stafnya juga sebagian besar warga Sugi, walaupun untuk para host (semacam GRO, yang berurusan langsung dengan tamu), berasal dari daerah lain. Alasannya? Karena warga Sugi belum terlalu well-educated dan belum nyaman berbicara dalam bahasa Inggris kepada para tamu yang sebagian besar adalah ekspatriat.
Ketika mendarat di Telunas, kami berdua langsung tersenyum lebar, membayangkan betapa menyenangkannya tinggal di resort ini. Airnya bening, warnanya hijau kebiruan, dan sesekali terlihat ikan cucut berenang di permukaan, atau sekelompok ikan terbang meloncat keluar dari air. Pantainya panjang, landai, berpasir putih, sementara di tepinya terdapat pepohonan yang rindang serta beberapa bale bengong + hammock untuk bersantai. Ada juga lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan rumput untuk mereka yang senang beraktivitas. Daftar aktivitas yang bisa dilakukan di Telunas bisa dilihat di sini.
Melihat betapa tenang dan cantiknya Telunas, tidak heran kalau ada banyak ekspatriat yang senang berlibur ke sini. Kebanyakan adalah ekspat yang tinggal di Singapura, Malaysia, dan Batam sendiri, tapi ada juga yang datang berlibur dari Australia dan Inggris. Mungkin harga yang dipatok dalam dolar Singapura juga membuat orang Indonesia justru enggan datang ke sini…
Selain ekspatriat, yang menjadi pelanggan setia Telunas adalah sekolah-sekolah internasional, baik di Singapura, Malaysia, Korea, dan Indonesia. Setiap tahun mereka datang ke Telunas, dalam rombongan berjumlah 30-90 orang, untuk outbond & team building. Di sini mereka akan dibawa untuk tracking ke hutan, berkemah di sana dengan menggunakan hammock, main kayak, dan banyak lagi. Di titik ini, saya berharap sekolah saya dulu karyawisatanya bukan ke Bali, melainkan ke Telunas…
Buat saya, Telunas ini adalah salah satu contoh bagaimana pariwisata Indonesia bisa dikemas dengan atraktif, eco-friendly, non-komersil, dan konsisten. Walaupun berusia relatif baru (didirikan tahun 2004), tapi Telunas sudah mempunyai banyak pelanggan yang loyal dan siap untuk menjadi “brand evangelist” berkat komitmennya menjaga kualitas resort.
Lantai kayu di seluruh bagian selalu terlihat bersih, tanpa debu. Kamar mandinya spotless, tidak bau pesing; pantainya luar biasa bersih karena selalu disapu setiap pagi. Seprei di kamar bersih, demikian juga dengan handuk yang disediakan. Walaupun selalu bersentuhan dengan air, tapi kayu tangganya bersih, bebas dari lumut, hanya ada remis & barnacle di bagian pondasi yang memang menjadi biota alami.
All in all, trip ke Telunas ini menyenangkan dan menenangkan. Hm. Rasanya masih banyak sekali yang ingin ditulis, tapi bingung.. Jadi, mungkin akan ada postingan kedua tentang Telunas.
Now I’m refreshed and recharged and I want to go back. I hope Hanny feels the same too!
Website Telunas Beach Resort | http://www.telunasbeach.com/
Twitter | @telunasbeach



jadi pingin ke situ… *nunggu bonus jalan2*
hihi, selamat menunggu dan selamat merencanakan trip-nya pak!
Woouuww…. keren banget Nenaa..
*pdhal udah sering ke batam….heheeee
Wish i could go there someday
Ke sana Jo! seru deeehh..
aaaah pengen pengen pengen ke sanaaaa >.<
keyennnnnn … kapan yah bs kesana juga
brp tarif dari sekupang pp ? apa makannya mahal @ telunas ? Trims
dari Sekupang – p. Sugi rp. 180rb, dari p. Sugi – Moro – Sekupang rp. 80rb.
Ok, terima kasih Nena….Keep posting !
Thanks BM!
will do!
mau balik lagiiiii!
wew
pengen juga ke sana
@Rusa @didut @hanny – yuuuk, ke Batam dulu terus aku anterin deh ke sanaaaa!!! ^^
Pingback: Telunas Beach Resort, Sugi Island, Batam | @beradadisini
Pingback: Maverick Indonesia | Heaven is 1.5-hour boat ride from Batam.
wah keren tempatnya, pantainya kliatan tenang, tp ini resort ya? *langsung liat dompet*
ahahaaa, nggak segitunya kook..
ada kamar yg dorm, bisa ber-12, jadinya lebih murah!
yuuk!
Salam Kenal,, wow sepertinya seru sekali. saya tinggal di karimun. ada rencana berlibur ke telunas. btw berapa tiket feri batam-telunas ? ada snorkeling kah ? thx nena.
Regards,
Hafidz
Halo Hafidz, salam kenal juga..
tiket feri batam-telunas sekali jalan SGD 25, sekitar 180rb. Bisa jg naik boat dari Sekupang – Moro, baru lanjut ke Telunas. Itu yang Sekupang – Moro harganya 80rb sekali jalan.
ah nenaaaa… kepiting nya unyuuuuuu \(^o^)/
pastinya dong Dita.. persis seperti aku.. unyu…
sugie mempunyai ciri khas tersendiri yang unik.dan banyak menyimpan khazanah2 lama. pokoknya,kalo udah nyampe di sana,sulit melupakannya.
thanks for share mba.. sy jd malu sbg warga yg tinggal di p. kundur (telunas, pulau sugi jg bag dr kundur) baru tau ada pulau keren sprti ini. ditunggu kelanjutan ceritanya..
siaaap.. nanti kalau sudah ada cerita lanjutannya saya posting lagi mas.
brapaan nii kalo nginap 6 orang gitu
Maaf telat balesnya ya.. Hm, saya kurang tahu pasti kalau untuk ber6. Bisa kontak aja ke sini: http://www.telunasbeach.com/contact-us
Mba nena tanya dung, kalau mau kesana perlu reservasi tidak ya? kalau perlu, mba Nena punya nomer telunas beach resort yang bisa dihubungi? terima kasih banyak ya mba
Pingback: Postcard from Paradise | Telunas Beach Resort, Sugi Island, Riau Islands Province (near Singapore) | Anthropelago
Pingback: Postcard from Paradise | Pulau Macan, Thousand Island, Jakarta Bay | Anthropelago